Selasa, 25 Agustus 2009

hakikat puasa

puasa, puasalah dari obsesi dan ambisi dunia, supaya kamu ingat tujuan mu bukan disini. kerjamu dari pagi buta sampai larut malam itu telah meletih-lelahkan kan jiwamu yang terus-menerus mencari kesejatian dan kedamaian.

perjalanan kita masih panjang teman, bukan esok, lusa, hari depan bagaimana, kita masih saja bingung dan terus-menerus mencemaskan dunia yang sementara ini.puasa, puasalah dari ketakutanmu yang tak seberapa berarti itu.

bukankah ada Allah sang Robbil-alamin, Dia pemelihara seluruh alam. bukan hanya alam dunia ini saja. jika kita sekarang mampu atau merasa mampu meng-handle seluruh kebutuhan hidup sekarang, apakah kita masih mampu menakhlukan dan menata kehidupan yang lebih sempurna dialam nanti? apakah kita mampu meng-handle seluruh kebutuhan kita dalam seluruh perjalanan panjang kita menuju Tuhan? t i d a k ! kita saat ini berkecukupan dalam hidup ini tak lain dari kehendak Allah bukan karena kecerdasan kita mengatur dan merencanakan semuanya.

puasa, puasalah kamu dari kesombonganmu. kita makhluk tak berdaya, bahkan kita tak kan mampu beriman jika tanpa kehendakNya. jangan menganggap semua-segala sesuatu adalah dari hasil kerja kita semata-mata, ingatlah.. ada tangan-tangan Allah yang mengatur semuanya.

puasa, puasalah dirimu dari kelelahan dan keputus-asaan yang menderamu, karena hidup tak berhenti disini, cobalah tatap sekali lagi kematianmu, disana awal lembaran baru hidup mu dimulai dan hari ini akan menjadi sejarah saja.

resapilah jalanya air dan mengalirlah bersamanya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar